Tahun Indonesia Kreatif 2009
Tahun dimana industri kreatif Indonesia menunjukkan potensi yang patut diperhitungkan dalam PAMERAN EKONOMI KREATIF yang tahun ini membawa tema “Virus K” atau “Virus Kreatif”. Diharapkan dengan terminologi “Virus” mampu “menularkan” antusiasme masyarakat akan pentingnya industri kreatif membawa nama bangsa di kelas internasional.
Pameran Ekonomi Kreatif merupakan cerminan komitmen dan penegasan pada pengembangan 14 subsektor ekonomi kreatif. Implementasi komitmen tersebut telah diaktualisasikan secara terencana, terpadu dan terarah melalui penyusunan peta jalan atau roadmap dan cetak biru pengembangan ekonomi kreatif Indonesia 2009-2025 yang diluncurkan pada PPBI 2008”. Proses-proses ini melibatkan pemangku kepentingan dalam ekonomi kreatif yang tergabung dalam triple helix yaitu cendekiawan, pelaku kreatif dan pemerintah.
Penyusunan cetak biru pengembangan ekonomi kreatif Indonesia hingga tahun 2025 didasarkan pada tren positif kontribusi rata-rata Product Domestic Bruto (PDB) industri kreatif selama 2002-2006 sebesar 104 triliun atau 6,3% dari total nilai PDB nasional. Berbagai kajian telah dilakukan Departemen Perdagangan terhadap potensi, peran dan kontribusi 14 subsektor ekonomi kreatif, baik terhadap perekonomian nasional maupun perdagangan global.
Pameran Ekonomi Kreatif akan mengusung tema ‘Virus K’ atau ‘Virus Kreatif’, diharapkan dengan terminologi “virus” mampu “menularkan” antusiasme masyarakat akan pentingnya industri kreatif membawa nama bangsa di kelas internasional. ‘Virus K’ mengajak komunitas-komunitas kreatif yang jumlah nya sangat banyak di Indonesia, untuk merayakan industri kreatif Indonesia dalam Tahun Indonesia Kreatif 2009 yang dicanangkan oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono pada 22 Desember 2008 yang lalu. ‘Virus K’ mengundang para pelaku ekonomi kreatif yang telah sukses di subsektor masing-masing berpartisipasi di dalam agenda acara pameran dan ikut mengajak komunitas mereka untuk meramaikan ‘Virus K’.
‘Virus K’ mempersembahkan suatu konsep acara dimana pengunjung menikmati pameran hasil karya seni kreatif anak bangsa, dalam konsep galeri, sekaligus dapat menyaksikan atraksi seni yang atraktif melalui pertunjukan kesenian jalanan maupun di atas panggung, selain itu, pengunjung juga dapat berinteraksi baik itu berbagi pengalaman, dialog, diskusi, pelatihan, ataupun demo hasil karya seni kreatif yang tentunya didampingi oleh para ahli dan nara sumber terpercaya, dimana kegiatan tersebut disesuaikan dengan 14 sub-sektor varian “Virus-K”
Konsep Acara

14 SUB SEKTOR EKONOMI KREATIF
Yang dicanangkan pada tanggal 22 Desember 2008 oleh Presiden Republik Indonesia

|